Pare atau peria merupakan tumbuhan merambat yang dapat dikonsumsi sebagai makanan. Buah yang terasa pahit ini biasa di olah menjadi sayur, tumis, bahkan banyak pula yang membuatnya menjadi jus.
Tanaman ini banyak di temukan di wilayah tropis. Pertumbuhanya merambat dengan banyak cabang. Dapat di budidayakan di pekarangan rumah, di pagar, dan tempat-tempat yang memungkinkan tanaman ini untuk tumbuh memanjat.
Di balik rasa pare yang pahit, banyak sekali manfaat yang di dapat dari buah ini, salah satunya dari segi kesehatan. Berikut manfaat buah pare :
Buah pare bermanfaat untuk mengontrol kadar gula darah.
Konsumsi pare sangat dianjurkan bagi penderita diabetes dan untuk mencegah diabetes tipe dua. Pare mengandung senyawa insulin dan alkaloids pada bagian bijinya. Senyawa ini bertanggung jawab untuk mengendalikan glukosa dari darah ke dalam sebagian besar sel (terutama sel otot dan lemak). Oleh karena itu, kekurangan insulin atau kekurangpekaan reseptor-reseptor memainkan peran sentral dalam segala bentuk diabetes melitus.
Peria juga dapat merangsang nafsu makan, menyembuhkan penyakit kuning, melancar pencernaan, dan sebagai obat malaria. Selain itu, peria juga mengandung beta-karotena dua kali lebih besar daripada brokoli sehingga berpotensi mampu mencegah timbulnya penyakit kanker dan mengurangi risiko terkena serangan jantung ataupun infeksi virus.
Ekstrak biji peria selain digunakan sebagai bahan obat, ternyata juga dapat digunakan sebagai pembasmi larva alami yang merugikan seperti larva Aedes aegypti yang menyebarkan penyakit demam berdarah dengue atau DBD.
Manfaat Pare untuk Diet menurunkan berat badan.
Bagi Anda yang sedang diet untuk menurunkan berat badan, pare bisa menjadi solusi makanan sehat yang layak dikonsumsi. Pare mengandung serat yang cukup tinggi, sehingga bisa menjaga perut untuk kenyang lebih lama.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Centers for Disease Control and Prevention, pare merupakan sayuran yang rendah kalori. Dalam satu cangkir pare hanya mengandung 16 Kalori. Kandungan airnya 90 persen dan serat 2,6 gram.
Manfaat Pare untuk Kecantikan.
Selain bermanfaat untuk program diet menurunkan berat badan, pare juga berkhasiat untuk kecantikan kulit wajah. Lebih tepatnya membantu menghilangkan jerawat di wajah. Memang, jerawat ini adalah musuh bagi kecantikan, terutama mereka yang baru menginjak masa remaja (pubertas).
Selain kaya akan kandungan serat, pare juga mengandung vitamin A, B, C, asam amino, kalsium, fosfor, dan beta-karoten. Beta-karoten ini selain baik untuk kesehatan mata juga dapat membantu mengatasi jerawat. Kandungan vitamin C dalam buah pare mampu menjaga kecantikan kulit dan mencegah kerusakan kulit akibat sinar ulra violet (UV).
Untuk mencegah dan menghilangkan jerawat, bisa dilakukan dengan cara meminum jus pare atau membuat masker dari buah pare. Ambil buah pare yang masih segar, belah dan buang bijinya. Potong menjadi beberapa bagian lalu diblender hingga halus. Peras airnya lalu diminum. Sementara ampasnya ditempelkan di wajah sebagai masker.
Nah dibalik banyaknya manfaat positif, buah pare juga memiliki dampak negatifnya nih . . .
Pare mungkin aman dikonsumsi untuk kebanyakan orang, ketika dikonsumsi dalam jangka pendek. Keamanan penggunaan jangka panjang (di atas 3 bulan) tidak diketahui. Dan juga, belum cukup informasi tentang keamanan mengkonsumsi bagian lain dari pare. Beberapa tindakan pencegahan dan tindakan khusus untuk penggunaan sayur pare ini, termasuk untuk :
Ibu Hamil dan Menyusui – Pare kemungkinan tidak aman ketika dikonsumsi selama kehamilan. Bahan kimia tertentu dalam daging dan biji-bijiannya dapat memulai menstruasi dan menyebabkan aborsi pada hewan. Tidak cukup diketahui tentang keamanan menggunakan pare selama menyusui. Tetap untuk sisi keamanan, lebih baik menghindari penggunaannya.
Akan Menjalani Operasi – Ada kekhawatiran bahwa pare bisa mengganggu kontrol gula darah selama dan setelah operasi. Berhenti mengkonsumsi pare minimal 2 minggu sebelum operasi dijadwalkan.
